5 Tanda Kanker Payudara yang Banyak Wanita Abaikan

Tanda Kanker Payudara yang Banyak Wanita Abaikan

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum diderita wanita. Di Amerika, ada sekitar 246.660 kasus kanker payu-dara, dan lebih dari 40.450 wanita meninggal karena penyakit ini.

Selain itu, 1 dari 8 wanita di Amerika Serikat berpotensi terkena kanker payudara selama hidupnya. Angka-angka ini hendaknya bisa menjadi pengingat, agar Anda bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.

Untuk mencegah atau mengobatinya, Anda perlu mengetahui tanda-tanda dari penyakit ini. Mengenali gejala-gejala berikut sangatlah penting, sebagai upaya untuk menyelamatkan hidup Anda.

1. Kelelahan.
Ini merupakan tanda umum lain pada kasus kanker payudara. Tapi ini terjadi sebelum Anda didiagnosis, dan rasa lelah tersebut tidak dapat diobati dengan istirahat atau tidur saja. Kelelahan juga disertai dengan gangguan tidur, depresi dan rasa sakit. Menurut peneliti, hal ini muncul sebagai akibat dari ketidakseimbangan kimia dalam tubuh yang disebabkan oleh kanker.

2. Perubahan dalam kandung kemih atau perut.
Kanker jenis ini dapat menyebabkan perubahan hormonal dan membuat uretra mengalami kekeringan, sehingga membuatnya sulit untuk mengontrol kandung kemih. Kondisi ini dikenal sebagai inkontinensia. Gejala-gejala inkontinensia antara lain, keinginan buang air kecil yang tak tertahankan, frekuensi buang air kecil lebih dari biasanya, mengompol saat tertawa, bersin, batuk dan berolahraga, serta waktu buang air kecil yang lebih lama dari biasanya.

3. Sakit punggung.
Sakit punggung bisa menjadi gejala dari pembentukan tumor kanker payudara. Dalam hal ini, tulang belakang, tulang rusuk atau punggung atas Anda akan terasa tertekan. Ini juga bisa menunjukkan bahwa tumor telah menyebar ke tulang belakang.

4. Batuk berkepanjangan atau suara serak.
Suara serak dan batuk berkepanjangan yang tak kunjung sembuh, bisa menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke paru-paru. Hal ini telah terjadi pada sekitar 60-70 persen wanita. Dalam banyak kasus, batuk bisa berupa batuk kering dan sesak napas.

5. Tumbuh tahi lalat baru atau perubahan bentuk tahi lalat.
Tahi lalat sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kulit, tetapi pada saat yang sama, mungkin ini bisa menjadi tanda dari kanker payu-dara. Sebuah studi dilakukan pada 89.902 wanita berusia 40-65 tahun dan peneliti memeriksa kondisi medis mereka selama 18 tahun.

Mereka juga mendokumentasikan jumlah tahi lalat mereka. Selama penelitian, sebanyak 5956 wanita didiagnosa terkena kanker payudara. Peneliti menemukan, peserta yang memiliki banyak tahi lalat berisiko menderita kanker payudara 13 persen lebih tinggi. Oleh karena itu, jika tumbuh tahi lalat baru di tubuh Anda atau Anda melihat ada perubahan, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui alasannya. Sumber: Davidwolfe.com