Pelihara Singa di Rumah, Nasib Keluarga ini Berakhir Tragis. Lihat ini Yang Terjadi


Singa mungkin merupakan binatang yang paling ditakuti banyak orang karena singa termasuk binatang yang membahayakan lantaran manusia bisa menjadi santapannya.

Namun kali ini ada sebuah keluarga bahagia yang memilih inga untuk dijadikan sebagai binatang peliharaan di rumah mereka.

Keluarga Tippi Hedren, suaminya Noel Marshall dan putri mereka Melanie Griffith ini setipa harinya bermain dengan seekor singa. Bahkan Melanie sendiri mengaku tidur bersama singa itu dalam satu kamar dan satu ranjang.

Singa itu diberi nama Neil yang sudah dipelihara selama bertahun – tahun. Neil kerap menghabiskan waktu bersama anggota keluarga untuk sekadar bersantai atau tiduran.

Neil sudah dianggap keluarga sendiri. Ia bebas bermain di rumah sesuka hatinya dan bercengkrama bersama.

Mau tahu seperti apa keceriaan keluarga Tippi saat bercengkarama dengan singa Neil ? ini dia koleksi foto – foto kebahagiaan mereka.






Lantas apa alasan keluarga Tippi ini memilih singa sebagai binatang peliharaan mereka ?

Hal ini dikarenakan demi pembuatan film bertemakan alam liar dengan tujuan untuk mengedukasi para penonton tentang bahaya kepunahan singa, harimau, dan hewan buas lainnya.

Proses pembuatan film berjudul Roar (1981) ini memakan waktu 11 tahun serta menelan biaya USD 17 juta. Selain jadi pemeran utamanya, keluarga ini juga menjadi kru film, Tippi sebagai produser, sementara suaminya Noel sebagai sutradara.

Namun sangat disayangkan, cita-cita mulia mereka untuk melestarikan hewan buas di Afrika justru membuat nasib keluarga tersebut beserta kru film berujung tragis. Dalam proses syuting, lebih dari 70 kru mengalami cedera, termasuk Melanie yang terkena 50 gigitan di wajahnya. Tak hanya itu, si film maker, Jan de Bont kulit kepalanya sampai terkelupas.

Proses pembuatan film yang berlangsung selama 11 tahun serta berbagai cedera yang dialami para kru, film yang menelan biaya USD 17 juta itu malah mengalami kerugian.

Akan tetapi , proses pembuatan film itu berhasil diselesaikan dan dirilis di box office. Pendapatan film yang diterima hanya USD 2 juta, mereka mengaku malah rugi sebesar USD 15 juta.