5 Bukti Bahwa Cinta Tidak Selamanya Indah, Inilah Kisah Cinta Nyata Paling Tragis!

Kisah cinta selalu menarik untuk diceritakan. Apalagi dengan bumbu romantisme manis yang menjadi idaman banyak orang. Jadi tidak heran jika kebanyakan orang suka dengan cerita cinta yang berakhir bahagia.

Meski begitu, tidak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia seperti yang ada di dongeng kebanyakan. Beberapa kisah cinta yang nyata ini justru berakhir tragis dan mengenaskan.

1. Helen Simmons dan Pangeran Mukarram Jah

Pada tahun 1976, Helen Simmons yang merupakan wanita Australia biasa bertemu dengan Pangeran Mukarram Jah di Hyderabad, India. Dalam sebuah pesta makan malam, pangeran tersebut jatuh cinta pada Helen. Keduanya menjalani hubungan meskipun pangeran sebenarnya sudah memiliki istri.

4 tahun kemudian, pangeran menceraikan istrinya dan Helen masuk Islam. Keduanya akhirnya menikah dan Helen diangkat menjadi putri. Kedua pasangan ini memiliki 2 orang anak dengan kehidupan mewah yang tidak bisa dibayangkan siapa pun. Tapi ternyata pernikahan mereka tidak bertahan lama.

7 tahun pernikahan mereka, Helen ternyata berselingkuh sehingga sang pangeran menceraikannya. Ternyata selama beberapa bulan ketika pangeran Jah pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, Helen tidur dengan pria lain. Ternyata kekasih gelapnya tersebut menderita AIDS yang kemudian ia tularkan kepada Helen. Tidak hanya pernikahannya hancur, ia juga akhirnya meninggal karena penyakit mematikan tersebut.

2. Lokesh dan Amren

Lokesh adalah seorang pemuda Hindu dan Amren adalah seorang gadis Muslim yang saling jatuh cinta. Namun di desa mereka, Phapunda, India, pernikahan dengan 2 agama yang berbeda ini adalah hal yang tabu bagi budaya mereka.

Menurut interview yang dikumpulkan BBC, tetua keluarga Lokesh dan Amren memerintahkan mereka untuk berpisah atau mati. Keduanya memilih untuk kawin lari. Dengan tekanan dari berbagai pihak, pasangan ini akhirnya bunuh diri dengan meminum racun. Baik kaluarga Amreen dan tetua warga menyangkal bahwa mereka memaksa pasangan ini untuk bunuh diri.

3. Bosko Brkic dan Admira Ismic

Pada masa perang saudara tahun 1990an Bosnia-Herzegovina, Brkic dan Ismic yang berasal dari pihak berseberangan ternyata saling jatuh cinta. Brkic adalah pria Serbia, sedangkan Ismic adalah wanita Muslim. Karena ingin tetap bersama, mereka berencana untuk kabur. Namun Sarajevo penuh dengan penembak jitu tersembunyi yang siap menembak. Untungnya salah seorang teman di kota Muslim yang simpati berjanji untuk membantu mereka pergi tanpa terluka.

Brkic dan Ismic berjalan di Sarajevo melewati jembatan Vrbanja untuk menuju Grbavica yang dipimpin Serbia. Jika semua berjalan lancar, mereka akan tiba di Belgrade dan menghindari semua konflik peperangan. Namun saat ada di jembatan, keduanya ditembak oleh seorang sniper. Brkic langsung tewas, sementara Ismic yang terluka parah berusaha mendekati tubuh Brkic yang sudah tidak bernyawa dan memeluknya sebelum akhirnya juga meninggal dunia.

Tubuh pasangan yang sudah tidak bernyawa ini tetap berada di jembatan selama 8 hari sebelum pasukan Serbia mengambil jasad mereka dan menguburkannya. Baik pihak Muslim dan Serbia tidak ada yang mengakui sebagai pelaku penembakan tersebut.

4. Mahmoud Ayazi dan Kataun Safaie

Mahmoud Ayazi dan Kataun Safaie adalah pasangan Iran yang dijodohkan, namun keduanya saling mencintai. Ayazi telah meninggalkan Iran untuk memulai hidup baru di Amerika dan berniat untuk mengajak Safaie yang baru saja dinikahinya.

Saat transit di Jerman, petugas keimigrasian Amerika mengatakan bahwa Safaie setidaknya harus menunggu satu tahun sebelum visa-nya diterima sehingga Ayazi harus pergi sendiri ke Amerika. Namun keduanya telah bertekad untuk tidak kembali ke Iran sehingga mereka membuat rencana untuk tetap pergi bersama ke Amerika dengan memasukkan Safaie dalam sebuah koper besar. Dengan perjalanan 11 jam di dalam koper yang sesak, Safaie meninggal dunia.

Ayazi yang baru saja menerima istrinya di tempat pengambilan koper bandara dengan segera membuka koper dan mendapati istrinya yang sudah tidak bernyawa. Karena panik, ia akhirnya melarikan diri. Namun dengan rasa bersalah yang begitu besar, Ayazi mengatakan pada sahabatnya bahwa ia telah kehilangan segalanya termasuk keinginan untuk hidup. Ia akhirnya bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

5. Arianne Willinger dan Bunty Sharma

Di akhir tahun 2013, Arianne Willinger yang begitu mencintai budaya India berlibur di negeri tersebut. Saat itulah ia bertemu dan jatuh cinta pada Bunty Sharma, seorang pria India yang berprofesi sebagai penarik bajaj. Akhirnya keduanya segera menikah tanpa menunggu waktu lama.

Meski begitu, pasangan ini akhirnya menyesali pernikahan mereka yang terburu-buru. Menurut para tetangga, Sharma yang telah menjadi suami Arianne mempermasalahkan kebiasaan istrinya yang kebarat-baratan. Ia tidak suka istrinya merokok, terlalu sering keluar rumah, dan terlalu bebas dengan pria lain. Keduanya juga tidak ada yang mengaku bahwa sebelumnya mereka juga sudah pernah menikah sehingga hal ini membuat pertengkaran mereka semakin hebat.

Arianne kemudian meninggalkan Sharma tapi tetap tinggal di Agra dan bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Meski begitu, keduanya tetap saling bertemu. Suatu ketika, Sharma yang marah membawa istrinya ke bagian paling sepi di kota dan menusuk istrinya hingga tewas. Setelah membuang tubuh istrinya di pinggir jalan, ia pulang dan meledakkan dirinya sendiri dengan tabung gas di rumahnya.

Cinta tidak selamanya indah dan berbunga-bunga, terkadang berbagai rintangan juga akan menghadang. Cinta memang berkaitan dengan perasaan, tapi akal sehat juga tetap harus dipergunakan. Cinta itu sebenarnya tidak buta, tinggal kita saja yang memilih bagaimana menyingkapinya. Apakah kita tetap menggunakan akal sehat, atau tunduk pada perasaan tersebut dan melupakan segala pertimbangan yang ada. 

loading...