Pengakuan Mengejutkan Mantan Kekasih Pilot Germanwings

Pengakuan mengejutkan datang dari mantan kekasih Andreas Lubitz. Tahun lalu, jauh sebelum insiden Germanwings menabrak Pegunungan Alpen, kopilot yang baru bergabung pada 2013 itu pernah bercerita sedang merencanakan sebuah tindakan nekat.

"Aku akan melakukan hal yang mengubah sistem (penerbangan). Semua orang mengingat namaku," kata Maria W, pramugari yang dipacari Lubitz, seperti dilansir Daily Mail, Minggu (29/3).

Lubitz menyampaikan kata-kata itu ketika mereka sedang kencan. Maria mengaku tidak ingat kenapa pria 28 tahun ini tiba-tiba berbicara demikian.

"Setelah mendengar jatuhnya pesawat kemarin disertai kronologinya, saya merasa kata-katanya dulu punya makna tertentu," ungkapnya saat diwawancari Bild.

Maria berbeda tunangan yang sudah dibelikan Lubitz sebuah mobil merek Audi. Polisi Jerman mendapati motif paling memungkinkan saat ini adalah Lubitz patah hati. Pertunangannya kandas beberapa pekan sebelum penerbangan nahas tersebut.

Sementara Maria, yang jadian selama lima bulan dengan kopilot depresi itu, menyatakan Lubitz sebetulnya sosok yang menyenangkan. "Tapi kadangkala dia bisa berubah sikap, mencemaskan tekanan kerja, mengeluh soal gaji, dan sebagainya," tuturnya.

Lubitz sampai sekarang masih menjadi tersangka tunggal penyebab pesawat mengangkut 150 orang itu jatuh. Rekaman suara kokpit menunjukkan pilot sengaja dihalangi masuk setelah keluar sebentar untuk ke toilet.

Pilot Patrick S pada rekaman itu menggedor-gedor pintu karena panik. Di kokpit hanya ada Lubitz, yang kemudian mengubah kendali pesawat jadi manual.

Pesawat jenis Airbus A320 rute Barcelona menuju Dusseldorf itu lantas menabrak Pegunungan Alpen di Prancis. Pesawat menukik tajam delapan menit, dari ketinggian 1.500 meter di atas permukaan, menuju titik terakhir radar di level 200 meter.

Tindakan Lubitz menyebabkan seluruh penumpang tewas. Korban termasuk dua bayi dan 16 siswa SMP dari Jerman yang darmawisata ke Spanyol.

loading...