5 Perayaan Natal Paling Unik Tahun 2014



Suasana meriah Natal mulai terasa ketika sejumlah Gereja dan sudut kota tampak dihias dengan lampu-lampu cantik. Di sejumlah pusat perbelanjaan, bahkan terlihat, gemerlap cahaya dan hiasan indah di ranting pohon cemara. 

Gambaran suka cita seolah terpancar, untuk mereka, para umat Kristiani yang sesaat lagi akan merayakan Natal. Ya, 25 Desember 2014 menjadi momen perayaan Natal untuk seluruh umat Kristiani di seluruh dunia. 

Banyak keunikan biasanya terjadi dalam perayaan ini. Bahkan setiap negara memiliki kebiasaan merayakan Natal yang berbeda. Berikut kami rangkum sejumlah keunikan menyambut Natal 2014.

Pohon Natal Apung Terbesar di Dunia


Perahu membawa sejumlah orang melewati Pohon Natal terapung di danau Rodrigo de Freitas di Rio de Janeiro, 2 Desember 2014. Foto: REUTERS/Pilar Olivares
Rio de Janeiro sontak menjadi pusat perhatian dunia. Ini karena mereka punya cara unik menyambut pergantian tahun 2015, menyalakan pohon Natal apung raksasa menjadi hal yang tak biasa.

Bahkan karena keunikannya ini, pohon Natal apung raksasa ditetapkan Guiness Book of Records sebagai yang terbesar di dunia. Struktur pohonnya sendiri dibuat dari metal yang tingginya mencapai 85 meter dengan berat hampir 550 ton.

Seperti dilansir Reuters, sebanyak 200 ribu orang berbondong-bondong ke lokasi didirikannya pohon Natal tersebut untuk yang ke-19 kalinya di pusat kota Rio de Janeiro.

"Saya menyukainya. Pertunjukkannya sangat luar biasa. Semuanya benar-benar diangkat. Ini sempurna," ujar Gilberto Luiz, salah seorang warga negara Amerika Selatan yang turut hadir di upacara menyalakan lampu pohon Natal.

Dibutuhkan sebanyak 3,1 juta bohlam lampu mikro untuk menghias pohon raksasa tersebut. Pohon ini memiliki tinggi 18 meter, dan di ujung puncak pohon cantik ini, diletakkan hiasan berbentuk bintang. Setelah dirangkai dan berdiri sempurna, pohon Natal itu dipindahkan ke sebuah kolam besar agar dapat dilihat dari berbagai penjuru kota.

Menyalakan pohon Natal lewat

Paus Fransiskus menyalakan lampu pohon Natal lewat tablet. Foto: Reuters.
Tak hanya di Rio de Janeiro, cerita unik tentang lampu pohon Natal ini juga terjadi dalam Vatikan. Tapi menariknya,  Paus Fransiskus  menekan tombol yang ada di layar tablet miliknya untuk menyalakan lampu pohon Natal yang terletak di kota abad pertengahan, Gubbio.

Kota tersebut merupakan rumah bagi pohon Natal terbesar di dunia yang dibuat dari rangkaian lampu-lampu. Uniknya, lampu berbentuk pohon Natal raksasa setinggi 750 meter ini dibuat di sisi Gunung Ingino dengan jarak antar lampu dari bawah hingga puncak gunung berjarak puluhan kilometer. Itu agar cahaya pohon Natal dapat terlihat dari seluruh penjuru kota.

"Selamat Natal. Saya harap ada cahaya di hati Anda, keluarga dan di kota Anda. Dengan harapan itu, kami akan menyalakan lampu-lampu," ujar Paus sebelum menyalakan lampu pohon Natal.

Setelah Paus menekan tombol untuk menyalakan lampu, jutaan cahaya bersinar menunjukkan bentuk pohon Natal yang indah. Masyarakat yang hadir di acara penyalaan lampu pohon Natal pun terkesima dan tak henti-hentinya bertepuk tangan.

Kado Natal paling diinginkan 2014

Seorang anak melihat mainan Frozen di toko Toys R Us, Times Square, New York, 27 November 2014. Foto: REUTERS/Carlo Allegri

Tak hanya identik dengan pohon cemara yang dihias dengan lampu-lampu cantik, Natal juga identik dengan kado atau hadiah menarik yang diberikan untuk orang terdekat.

Yang paling banyak mendapat kado tentulah anak-anak. Pagi hari di kala Natal selalu dijadikan momen tak terlupakan, buka kado. Aneka mainan, biasanya menjadi isi kado paling diharapkan oleh anak-anak.

Maka tak heran, jika daftar kado Natal paling diinginkan dipenuhi dengan mainan-mainan menarik dengan harga yang cukup mahal.

Seperti dilansir Daily Mail, salah satu toko mainan terbesar di Inggris, Hamley mengungkap bahwa boneka bernama Cayla yang mampu menjawab pertanyaan karena dilengkap dengan perangkat lunak Google adalah benda yang wajib dimiliki oleh anak-anak tahun ini.
Boneka seharga Rp1 juta itu mampu membuat daftar hal-hal yang ia suka dan tidak suka.

Untuk anak-anak yang berusia sedikit lebih tua, mainan Doh Vinci 3D Deluxe Style dianggap menjadi kado Natal paling ideal. Banyaknya anak di seluruh dunia yang tergila-gila akan film Disney berjudul Frozen juga deretan mainan bertema tokoh-tokoh film seperti Anna dan Elsa laku keras.

Yang paling cocok dijadikan kado Natal yakni boneka Anna dan Elsa dalam kostum seluncur es. Sementara itu, bagi remaja yang kreatif, printer 3 Dimensi dinilai cocok dijadikan sebagai kado Natal.

Membuat kue Natal dari balik penjara


Seorang narapidana tengah membuat kue panettone di Pasticceria Giotto, di penjara Due Palazzi, Italia, 2 Desember 2014. Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi
Selain identik dengan pohon cemara cantik dan kado, Natal juga selalu identik dengan hidangan manis.  Bahkan di Italia, ada kisah unik yang datang dari balik jeruji besi di sebuah penjara di Padua Italia.

Setiap tahunnya, para narapidana yang tengah menjalani hukuman di tempat ini, selalu dikerahkan untuk membuat Panettone, kue Natal tradisional khas Italia.
Mereka yang bekerja membuat kue, seringkali terlihat berpakaian putih, sibuk memotong kacang. Mereka lalu mencelupkan kue-kue nya ke dalam cokelat.
Ketika mereka bekerja di dapur mengolah kue tradisional ini, mereka seolah bukan seperti narapidana. Cerita ini memang telah menjadi kisah inspiratif bermula pada 2005, ketika koperasi lokal di Giotto membuka sebuah tokok bernama Pasticceria Giotto di penjara Due Palazzi.

Para narapidana kemudian dikerahkan sebagai pegawai toko yang diklaim sebagai satu-satunya toko roti di dalam penjara di Italia tersebut. Para tahanan yang bekerja, di antaranya pernah melakukan kejahatan pembunuhan.

Kehadiran toko kue ini disambut positif para tahanan. Salah satunya, bahkan menilai toko kue tersebut memberikan manfaat psikologis.

"Pekerjaan ini membuat seseorang merasa mereka memiliki nilai, Anda mendapatkankepuasan darinya. Anda bisa mengembangkan kreativitas," ujar seorang narapidana, Davor (49 tahun), seperti dilansir kantor berita Reuters.

"Ketika datang ke sini, Anda tidak merasa seperti berada di penjara."

Uniknya lagi, dari sekitar 800 tahanan yang menghuni penjara Due Palazzi di Padua, sebanyak 150 di antaranya dibayar untuk bekerja pada proyek -proyek, seperti bekerja sebagai call centre, mengikuti lokakarya membuat koper dan sepeda.

Mengenai hal ini, Profesor Kriminologi dari Universitas Sapienza di Roma, Gemma Marotta menyatakan, pekerjaan dan tugas kreatif merupakan pengobatan terbaik untuk mencegah narapidana kembali ke dunia kejahatan.

Pembantu kecil Santa Klaus

Siswa berkumpul untuk memecahkan Guinness World Record pertemuan terbesar elf Natal, di luar pusat perbelanjaan di pusat kota Bangkok, 25 November 2014. Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom
Ada satu lagi yang unik dalam perayaan Natal tahun ini. Di Bangkok, pembantu-pembantu kecil Santa Klaus pecahkan rekor dunia.

Ratusan anak sekolah di Bangkok, Thailand memiliki cara tersendiri untuk menyambut musim liburan Natal. Mereka berbaris membentuk kata "Siam" raksasa sambil mengenakan kostum peri Santa berwarna merah lengkap dengan topi merah, hijau dan putih.

Sebanyak 1.792 peri-peri kecil berusia 9 hingga 15 tahun itu membentuk kata yang pernah menjadi nama negara tersebut sebelum berganti menjadi "Thailand" di luar pusat perbelanjaan di Bangkok.

Mereka tetap berbaris sesuai posisi masing-masing selama lima menit penuh sebelum dinyatakan sebagai pemecah rekor Guinness World Records yang baru.

"Ini akan sulit bagi negara berikutnya untuk memecahkan rekor ini," kata perwakilan Guinness World Records, Richard Stenning, yang hadir dalam acara tersebut.

Empat belas peserta didiskualifikasi karena tidak memakai atribut mereka yakni telinga peri yang identik dengan bentuk telinga yang panjang dan lancip. Seluruh peserta bersorak sorai ketika lima menit telah berlalu. Mereka kemudian menerima sertifikat yang menandakan mereka adalah bagian dari peserta pemecah rekor dunia.

Sebagai informasi, rekor sebelumnya dipegang oleh 1.110 peri-peri Santa pada tahun 2013 lalu di Wetherby, Inggris.

"Saya senang telah membantu memecahkan rekor dunia dan mencuri gelar dari Inggris," kata seorang anak penyandang cacat berusia 11 tahun, Theerathep Noonkao yang ikut serta dalam acara menggunakan kursi roda.

Meski mayoritas penduduk Thailand merupakan pemeluk agama Buddha, namun hari-hari libur umat Kristen dimanfaatkan secara luas dalam aspek komersial. Hal itu terlihat dari toko-toko dan hotel yang memasang pohon Natal beserta ragam hiasan dan pernak-perniknya selama musim perayaan Natal.

loading...